![]() |
| Noveldewasa |
NOVEL DEWASA - Selamat datang diblog kami para pembaca diseluruh tanah air saat ini. Cerita dewasa terbaru dan terupdate ditahun 2017. Semoga para pembaca terhibur dan nyaman selalu bersama kami. Langsung kita sikat bro cerita panas hari ini crotttt .
Maya adalah panggilan teman sekantorku yg dimana dia adaah seorang janda beranak satu. Sebagai teman kantornya yg juga dekat dgnnya, aku sering memperhatikan kmeolekan tubuh Maya ini. Meski janda, maya tergolong badannya masih singset banget. Buah dadanya tidak terlalu besar sekitar 34B dan juga bibirnya sangat tipis sekali membuat aku terkadang bergairah melihatnya. Aku yg belum beristri, selalu punya pikiran untuk menyetubuhi si Maya ini, karena aku pikir, meski Maya berjilbab, dia pasti mempunyai banyak pengalaman tentang Sex .
Sebagai seorang janda Maya nampaknya sangat haus akan belaian seorang pria, dan tampaknya dia tertarik padaku. Hal ini kuketahui dari pandangannya padaku dan cara dia memperlakukanku. Terkadang ia memandangiku dan berusaha memegang tanganku bila sedang ngobrol berdua dgnnya .
Sebagai seorang lelaki normal aku senang sekali dgn perlakuan seperti itu, makin hari dia makin dekat dgnku, makan siang berdua, pegang2 tangan, bahkan setalah beberapa lama ia tak segan2 lagi untuk mencium pipiku…bahkan bibirku .
Suatu hari Maya tidak masuk kerja karena sakit, dan karena urusan pekerjaan aku terpaksa harus menemuinya, hari itu aku menghubunginya untuk menyanyakan keadaannya dan bertanya apakah aku dapat bertemu dia karena ada beberapa laporan yg butuh tanda-tangannya.
Singkat cerita aku meluncur menuju rumahnya, dalam perjalanan aku membaygkan kira2 apa ya yg akan terjadi nanti? Aku mengetuk pintu rumahnya beberapa kali, kemudian pintu rumah terbuka dan muncul anak laki2 mengenakan seragam smp, ternyata ia anak Maya.
“eh…om rony, masuk om…”, sapanya sambil mempersilahkan aku masuk. “mama ada de?…, tadi om sdh telepon dan janji ketemu mama…” tanyaku.
“ada, mama sedang di kamar, sebentar ya ade panggilkan…” jawabnya, kemudian ade melangkah menuju kamar Maya dan berteriak “maa…., ada tamu tuh dari kantor…om rony…”
Pintu kamar terbuka dan muncullah sosok Maya, wajahnya tampak berbeda dari yg sebelumnya kulihat, raut wajahnya sayu, dan perbedaanya adalah karena ia kini tidak mengenakan jilbab. Rambutnya pendek sehingga dgn jelas menampakkan lehernya yg jenjang.
Saat itu Maya mengenakan kimono pink bermotif bunga.
“Ma, aku berangkat sekolah dulu ya…” ujar ade sambil mencium tangan Maya
“Ya…, hati2 di jalan ya de…, salam dulu tuh ke om rony” ujar Maya.
Ade kemudian menghampiriku dan berpamitan sambil mencium tanganku,
“Ade pergi dulu ya om…” “Ya…”, ujarku singkat. kemudian ia berlalu meninggalkan kami berdua, otakku mulai ngeres…wah kebetulan nih ade pergi sekolah, jadi aku bisa bermesraan dgn mamanya…, namun aku berusaha menahan diri dan berkata
“Gimana Maya, udah enakan? maaf ya aku mengganggu, soalnya laporan ini harus masuk hari ini”
“Ya..lumayan deh, tapi masih sedikit pusing, mana berkasnya biar aku tandatangani”, jawab Maya sambil berjalan kearahku.
Kami duduk berhadapan, kemudian ia mengambil berkas yg aku sodorkan kemudian mulai menandatanganinya. Karena posisi Maya agak menunduk, maka dgn jelas aku dapat melihat belahan dadanya dari sela2 kimononya yg longgar, dan ternyata Maya tidak memakai bra sehingga puting buah dadanya tampak menonjol.
Aku menatapnya tanpa berkedip, ukurannya memang tidak besar tapi bentuknya terlihat masih kencang dan terasa sangat menantang untuk dijelajahi.
“Hey…, kamu lagi liatin apa?”, ujar Maya mengagetkan aku. “nggak kok, aku sedang memperhatikan tanda tanganmu…” kilahku
“Tanda tangan atau payudaraku?” kata Maya kemudian sambil tersenyum. “hehehe…, itu…, belahan payudaramu kelihatan sedikit…, sayang kalau aku melewatkannya…”, candaku.
“ah kamu…, nih sdh selesai…”, ujar Maya sambil menyodorkan kembali berkas2 padaku. “ya udah aku langsung ke kantor lagi ya…” kataku sambil memasukan berkas2 tadi kedalam tas.
“Nanti dulu dong, kamu kan baru saja datang…, lagian aku mau minta tolong sedikit nih”… jawab Maya sambil bergerak mendekatiku dan memegang tanganku. “Tolong pijitin aku ya ron, badanku pegal2…sakit smua.., yaa…sebentar aja..” pinta Maya sambil menarik tanganku dan bergerak menuju kamarnya.
Bagai kerbau dicocok hidung aku menuruti saja kemauannya, sesampai di kamar dia menarik pinggangku sehingga posisi kami saling berhadap-hadapan dgn jarak yg sangat dekat, wajahnya berada sangat dekat dgn wajahku kemudian bibirnya tiba2 mencium bibirku, tangannya memegang bagian belakang kepalaku dan menariknya seakan menyuruhku untuk terus mengulum bibirnya.
lidahnya bermain-main di mulutku membuat nafsuku perlahan bangkit. Kemudian aku menarik bibirku dan melepas ciumanku, kemudian aku berkata “katanya mau pijit…kok malah ngajak cipokan?” “hehehe…abis aku kangen ron, lagian kita kan jarang2 berduaan gini…” ujarnya
Kemudian dia menarik tali pengikat kimononya kemudian melepas kimononya membiarkannya terjatuh dilantai, tersembullah kedua buah dada yg tadi kuintip dari luar, dan ia ternyata tidak menggunakan bra, tetapi masih menggunakan cd-nya…, bentuk tubuhnya sangat ideal, perut yg langsing, buah dada dan pantat yg masih kencang.
“kamu tadi ngintip ini kan?…” katanya sambil menarik tanganku ke buah dadanya, kemudian meremaskan tanganku di buah dadanya itu.
“ayo sekarang liat deh sepuasnya, ga usah ngintip… hihihi” tangan kananku meremas- remas buah dada kanannya dan mulutku dgn sigap menghisap puting kirinya, mencium dan menjilatinya dgn rakus, sementara tangan kiriku mulai bergerak meremas2 bongkahan pantat Maya.
“Sssshhh….aahhhh…”, Maya sedikit merintih ketika aku menghisap puting susunya, kemudian tangannya bergerak mencari- cari retsleting celanaku, membukanya, melepaskan ikat pinggangku kemudian memelorotkan celana dalamku, otomatis burungku yg telah berdiri langsung menyembul.
Maya merubah posisinya menjadi berjongkok, kemudian ia mencium kemaluanku, menjilati dan menghisapnya…”..arrggghhh… .enak Maya”, aku melenguh keenakan… Sambil berjongkok Maya terus mengulum dan menghisap- hisap pEnisku
Sambil tangannya meremas-remas pantatku, sebagai seorang janda nampaknya ia sangat merindukan pEnis lelaki, sehingga saat menemukannya seolah ia tak mau berhenti menikmatinya…
Beberapa saat kubiarkan Maya bermain-main dgn senjataku, bahkan aku sangat menikmati permainannya…, jilatan dan hisapannya membuat nafsuku makin tak terbendung. Aku angkat badannya dan merebahkannya di tempat tidur…, kini kami bergulat dgn posisi 69, Maya berada dibawah terus mengulum dan menghisap pEnisku, sementara aku menjilati kemaluannya dari luar celana dalamnya yg sdh basah.
Kutarik cdnya dan Maya mengangkat pantatnya keatas sehingga memudahkan aku untuk melepaskan cdnya…, kujilati klitoris Maya dgn perlahan “ssssshhhh….aahhhh….” desahan Maya semakin keras ketika kujilati labianya yg sdh amat basah dan berdenyut-denyut, pantatnya bergelinjang kian kemari.
Denyutan di memeknya itu makin kuat seiring makin kerasnya desahan Maya, Tak lama kemudian, “Aaaahhh….aaghh….oohhhh… wron…..” rupanya Maya sdh mendapatkan orgasme pertamanya, kurasakan cairan keluar dari memek Maya… kujilati terus dan terus sehingga tidak ada yg tersisa…
Aku segera berbalik dan memposisikan pEnisku di lubang mEmek Maya. Kugesek- gesekan perlahan kepala pEnisku di bibir kemaluannya, Maya menggelinjang-gelinjang seolah tak sabar untuk merasakan burungku masuk ke lubang kenikmatannya.
“… shhhh..ooohhh…ayo dong ron…tunggu apa lagi…” Perlahan kumasukan pEnisku ke mEmek Maya…, blessssshhh….karena sdh basah maka tanpa hambatan burungku menerobos liang senggama janda berjilbab ini, kutusuk-tusuk perlahan dan mulai gerakan memompa mEmek Maya.
“aaahhhh… ohhhh…” Maya mulai merintih- rintih merasakan kenikmatan yg sekian lama tidak pernah dirasakannya, pantatnya bergoyang-goyang bergerak mengikuti irama permainan dan tusukan pEnisku ke dalam memeknya.
Beberapa saat kami bercinta dalam posisi missionari ini, aku akui walaupun berpredikat sebagai seorang janda beranak satu, namun jepitan mEmek Maya masih terasa kuat mencengkram batang kemaluanku yg berukuran sedang, tidak terlalu besar tetapi juga tidak kecil seperti rata-rata ukuran kemaluan orang indonesia.
Bahkan mEmek Maya terasa dapat memijit mijit batang kemaluanku, sehingga kemaluanku serasa diperas oleh mEmeknya. Kemudian aku merubah posisi bercinta ini menjadi doggy style, kumasukkan pEnisku ke mEmek Maya dari arah belakang sambil meremas- remas pantatnya.
Dalam posisi ini aku merasakan kenikmatan yg lebih dahsyat, mungkin dikarenakan dalam posisi ini mEmek Maya lebih menjepit pEnisku dibanding posisi missionary. Maya terus menggerakan pingulnya kedepan dan kebelakang, buah dadanya bergantung dan sesekali aku meremas dgn tanganku.
“… oouugghhh….shhhh…t erus ron…aku sdh mau keluar….” desahan dan rintihan Maya semakin menjadi membuat aku semakin bernafsu dan mempercepat irama kocokanku…
”plok…plok…plo k…” suara selangkanganku yg beradu dgn pantatnya seiring gerakan pompaanku…
“….aaaahhh…enak Maya, memekmu luar biasa….” aku mulai meracau merasakan sesuatu yg menjalar seolah akan meledak di ujung kepala kemaluanku,
“….ssshhh… arrrghh..” Kemudian kurubah lagi posisiku, kubalikan lagi badan Maya, ku angkat kakinya sehingga menyentuh dadanya, dalam posisi ini mEmek Maya terlihat lebih jelas, buah dadanya dan ekspresi wajahnyapun dapat kulihat dgn jelas
Kumasukan lagi pEnisku sambil memegang dan menekan kedua kakinya ke bahunya, tanganku meremas-remas kedua buah dadanya yg semakin keras, bibirku mengulum bibirnya dan menyedot-nyedot lidahnya…, tusukanku semakin kupercepat dan rasanya ujung kepala pEnisku telah mentok di rahimnya.
Desahan Maya semakin menjadi merasakan kenikmatan yg luar biasa “….shhhhh… aaahhhh….a yo ron aku sedikit lagi keluar…”, Maya menggoyang pantat dan pinggulnya berlawanan dgn gerakan tusukan pEnisku di memeknya…”aaaahhh… aahhh… “…, beberapa saat kemudian aku merasa tak kuat lagi menahan lahar yg akan kusemburkan kedalam mEmek Maya, seluruh tubuhku bergetar ketika merasakan sensasinya…
“…oooohhhh… aku keluar Maya… aahhhhh…”…, kutancapkan dalam-dalam pEnisku di lubang senggama Maya, Maya pun merintih merasakan tumpahan lahar panasku jauh didalam liang mEmeknya…
” ….arrrghhhh…nikmat sekali roooonn….”…, akupun memeluknya erat-erat dan tak merubah posisiku beberapa saat….”aaahhh…” burungku berkedutan melepas sisa-sisa mani dari pEnisku…, setelah beberapa saat akupun melepaskan pelukanku dan berbaring disisinya… “Makasih ya…”, bisik Maya perlahan
Kemudian ia memelukku dari samping dan kepalanya bersandar di dadaku…, kamipun terdiam sesaat…seolah terhanyut oleh lamunan kami masing2… Jujur saat itu aku termenung sekaligus gembira…karena akhirnya aku berhasil meniduri sang janda berjilbab.
Bagaimana menurut anda para pembaca setia. Dengan cerita panas yang kami NOVEL DEWASA Hadirkan. Puas dong pastinya, Nah untuk cerita dewasa selanjutnya yang pasti bikin anda tambah ngeCROTTT!!! lagi bro. Ditunggu ya bro, Makasi selalu setia bersama blog kami. Salam sejahtera dan Sukses selalu bersama kami .

